Selasa, 12 Juni 2012

SURAT KECIL UNTUK TUHAN



SURAT KECIL UNTUK TUHAN


Tuhan . . .
Andai aku bisa kembali
Aku tidak ingin ada tangisan didunia ini


Tuhan . . .
Andai aku bisa kembali
Aku berharap tidak ada lagi hal yang sama terjadi padaku terjadi pada orang lain


Tuhan . . .
Bolehkan aku menulis surat kecil untuk-Mu


Tuhan . . .
Bolehkah aku memohon satu hal kecil untuk-Mu


Tuhan . . .
Biarkanlah aku dapat melihat dengan mataku
Untuk memandang langit dan bulan setiap harinya


Tuhan . . .
Izinkanlah rambutku kembali tumbuh agar aku bisa menjadi wanita seutuhnya


Tuhan . . .
Bolehkah aku tersenyum lebih lama lagi
Agar aku bias memberikan kebahagiaan kepada ayah dan sahabat-sahabatku


Tuhan . . .
Berikanlah aku kekuatan untuk menjadi dewasa
Agar aku bisa memberikan arti hidup kepada siapapun yang mengenalku


Tuhan . . .
Surat kecilku ini
Adalah surat terakhir dalam hidupku
Andai aku bisa kembali . . .


Ke dunia yang Kau berikan padaku


Dan akhirnya, Ia meninggal tepat tanggal 25 Desember, pukul 11 malam. Sebuah wangi melati muncul misterius selama 5 menit, disaksikan beberapa orang yang menemani di detik-detik terakhir nafas Keke. Wangi itu mengakhiri ketegaran perjuangan seorang Keke di dunia ini.

Mengingatkan kita, bahwa tak ada yang abadi, semua hanya sementara.
untuk bisa menghadapi dunia ini JAUH LEBIH KUAT daripada Keke. Seorang Keke saja bisa menunjukkan usaha terbaiknya. Jangan sampai, kita yang masih diberikan kesempatan Tuhan, justru menyia-nyiakan anugerah-Nya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar